URGENSI PENATAAN LAYOUT KANTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN
URGENSI
PENATAAN LAYOUT KANTOR DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN
Oleh
Dona Rulla Hadiatna
165211008
Program Studi D3 Administrasi Bisnis Jurusan
Administrasi Niaga
Politeknik Negeri Bandung
Email : Donarulla8@gmail.com
Abstrak
Pada era modern ini, setiap perusahaan mempunyai ciri
khas tersendiri dari kantornya, salah satunya yaitu layout kantor yang
digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layout kantor
terhadap efektifitas kerja karyawan. Metode yang digunakan yaitu metode
tinjauan pustaka. Untuk mendapatkan informasi, maka dilakukannya
tinjauan-tinjauan dan analisis dari beberapa referensi buku maupun jurnal yang
ada. Hasil analisis menunjukan bahwa layout kantor sangatlah berpengaruh
terhadap efektivitas kerja karyawan. Penataan layout kantor yang baik dan tepat
dapat menciptakan rasa nyaman di kantor, dan hal tersebut juga dapat
mempengaruhi efektifitas kerja karyawan yang pada akhirnya berdampak baik pula
pada produktifitas karyawan. Diharapkan setiap perusahaan menaruh perhatian
lebih terhadap layout kantor demi kelangsungan dan keberhasilan perusahaan.
Kata Kunci : Layout
kantor, efektifitas kerja.
Abstract
In this modern era, every company has a distinctive characteristic of his office, one of them is the layout of the office are they used. This study aims to determine the effect of office layout on employee effectiveness. The method used is literature review method. To get a information, there are review and analysis of some references to existing books and journals. The results show that the layout of the office is very influential on the effectiveness of employees. Good and proper office layout arrangement can create a sense of comfort in the office, and it can have an affect to the effectiveness of employees who ultimately have a good impact on employee productivity. It is expected that every company should be pay more attention to the layout of the office for the sake of continuity and success of the company.
Keywords : Office layout, work effectiveness.
PENDAHULUAN
Pada era
modern ini, setiap perusahaan mempunyai ciri khas tersendiri dari kantornya.
Ciri khas tersebut dapat dilihat dari desain dan layout kantor yang perusahaan
tersebut terapkan. Pentingnya penataan layout atau tata letak ruang kantor tersebut
adalah untuk mempengaruhi efektivitas para karyawan yang bekerja. Tak hanya itu,
penataan layout kantor yang tepat dan baik dapat memberikan pandangan positif
terhadap pengunjung yang menjadi daya tarik tersendiri bagi perusahaan. Pengertian
dari layout kantor atau tata letak kantor adalah suatu cara atau kegiatan yang
dilakukan untuk menata, menyusun dan menempatkan sesuatu sesuai kegunaannya
untuk mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien. Akan tetapi masih
banyak perusahaan yang belum memperhatikan masalah penataan layout yang baik
untuk perusahaannya. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya beberapa kantor
yang tidak memperhatikan struktur gedung yang digunakan, warna cat yang
digunakan, luas ruangan kerja, fasilitas-fasilitas di kantor, udara, suhu dan
yang lain-lain. Penentuan tata letak tampat kerja, dan peralatan di tempat yang
tepat sangatlah berpengaruh bagi efektivitas kerja bagi karyawan.
Menurut Mariam, dkk. (2014, hlm. 48)
bahwa: “Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan kinerja staf di kantor
adalah faktor office layout atau tata ruang kantor yang meliputi pengaturan
perabotan dan mesin yang digunakan ketika bekerja.”. Pengertian dari Efektivitas
itu sendiri adalah suatu tolak ukur yang menyatakan keberhasilan dari pencapaian yang telah
ditentukan baik dalam hal kuantitas, kualitas maupun waktu. Sedangkan pengertian
Efektivitas Kerja adalah pencapaian yang telah diperoleh sesuai dengan target
yang ditentukan dan ditandai dengan penilaian baik buruknya pelaksanaan, cara
melaksanakannya dan biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan pekerjaan
tersebut. Jadi dapat dikatakan bahwa efektivitas kerja yang ada disuatu
perusahaan tergantung kepada waktu penyelesaian pekerjaan tersebut, semakin
cepat maka semakin baik efektivitasnya. Dan hal tersebut juga bisa dijadikan
tolak ukur suatu perusahaan untuk penilaian apakah perusahaan tersebut berhasil
atau tidak.
Penataan layout selain mempengaruhi
efektivitas kerja karyawan dan daya tarik pengunjung. Penataan layout yang baik
juga dapat menjadi daya tarik bagi perusahaan lain untuk melakukan kerja sama.
Mengapa demikian? Karena perusahaan lain akan menilai seberapa baikkah kita
dalam menata layout kantor , dengan begitu maka perusahaan akan mendapatkan
citra dan image baik bagi perusahaan lain. Penaataan layout kantor yang baik
juga dapat menghemat keuangan perusahaan, arus komunikasi lancar dan pengawasan
pun lebih mudah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penataan layout kantor
bukanlah suatu hal yang dianggap sepele, sebab kelancaran suatu perusahaan
dapat tergantung pada layout yang digunakannya. Apabila layout kantor tidak
tepat, maka akan terhambatnya kelancaran pekerjaan dan juga menggangu
efektivitas kerja para karyawan. Mengacu pada hal tersebut, maka penataan
layout harus memperhatikan beberapa faktor, antara lain lokasi kantor, warna,
udara, suhu, cahaya, suara dan budaya yang ada dilingkunga kantor tersebut.
Selain faktor-faktor tersebut, adapun bentuk-bentuk layout kantor yang biasa
digunakan, yaitu bentuk terbuka, tertutup dan landscape.
Dalam pelaksanaannya, penataan
layout kantor harus memperhatikan dan mempertimbanghkan tiga hal, yaitu alur
kerja, peralatan dan tenaga kerja. Penataan layout kantor dibuat berdasarkan
pada alur kerja sehingga pada pelaksanaanya, layout kantor tersebut dapat
membantu para karyawannya sehingga dapat bekerja seproduktif mungkin. Kemudian,
penentuan lokasi kantor juga sangat berpengaruh terhadap kelangsungan
perusahaan. Sebaikmya kantor yang dipilih adalah kantor yang mobilitasnya baik
dan mudah juga memili gedung yang masih bagus agar meminimalisir pengeluaran
biaya. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penataan
layout kantor yang baik dan tepat dapat berpengaruh terhadap eektivitas
karyawan dan juga untuk mengetahui bagaimana menata layout kantor yang baik dan
tepat.
PEMBAHASAN
Pengetian Layout Kantor
Pengertian layout
kantor atau tata letak kantor adalah suatu cara atau kegiatan yang dilakukan
untuk menata, menyusun dan menempatkan sesuatu sesuai kegunaannya untuk
mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien. Penataan tata ruang kantor
diterapkan harus sesuai dengan aliran pekerjaan kantor, sehingga penataan layout kantor ini dapat membantu para karyawan
dalam pekerjaannya agar bekerja seproduktif mungkin. Penataan layout kantor
yang baik dan tepat dapat memberikan rasa kepuasan bagi karyawan dalam
menjalankan pekerjaannya dan menimbulkan kesan tersendiri bagi para karyawan.
Penataan layout kantor juga dapat dirumuskan sebagai
penataan perlengkapan dan perabotan kantor
yang dibutuhkan secara terperinci sesuai dengan luas bangunan yang tersedia
dengan memperhatikan faktor-faktor fisik dan juga dengan biaya yang layak. Maka
berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut bahwa penataan layout yang baik,
tepat dan efisien dapat menimbulkan rasa nyaman, mempermudah pekerjaan, alur
kerja yang mudah dan cepat yang dapat berdampak pada efektivitas dan produktivitas
para karyawan sehingga tujuan layout kantor tersebut tercapai.
Tujuan Penataan Layout Kantor
Penataan
layout kantor ini memiliki banyak tujuan, antara lain :
1.
Untuk menciptakan jarak tempuh se
pendek-pendeknya pada saat pelaksanaan pekerjaan.
2.
Pekerjaan tata usaha dapat berjalan
dengan lancar.
3.
Terpeliharanya kesehatan dan
kepuasan karyawan.
4.
Agar pengawasan terhadap karyawan
dapat dilaksanakan secara maksimal dan juga memuaskan.
5.
Agar dapat menggunakan ruangan
secara menyeluruh tanpa adanya ruangan yang kosong dan tidak berguna, sehingga
penggunaannya efisien untuk keperluan para karyawan.
6.
Untuk mendapatkan kesan positif bagi
para pengunjung, baik dari pengunjung biasa maupun dari perusahaan lain.
7.
Penataan tempat kerja yang fleksibel
sehingga dapat dipergunakan untuk berbagai pekerjaan dan lebih mudah untuk
diubah.
8.
Untuk memperlancar arus komunikasi
antar karyawan, antar pimpinan ataupun antara pimpinan dan karyawan.
9.
Meminimalisir kebisingan
10.
Menciptakan rasa nyaman, keleluasaan
kerja dan kepuasan para karyawan dalam bekerja.
11.
Pengoptimalan lahan, perlengkapan,
perabotan dan mesin-mesin yang ada di kantor.
12.
Memudahkan perluasan kerja dimasa
yang akan datang.
Persyaratan
Kantor
Sebelum
memulai penataan layout kantor, sebaiknya kita harus mengetahui
persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah kantor. Paa umumnya
setiap kantor memiliki persyaratan yang berbeda-beda berdasarkan dari keputusan
dan peraturan ang dikeluarkan. Seperti contoh pada peraturan menurut Kementrian
Pekerjaan Umum dengan nomor SK 29/PRT/M/2006 yang berisi tentang penitikberatan
sebuah kantor pada bentuk fisik bangunan, sarana prasarana kantor dan
penyesuaian dengan tata ruang kota berbeda dengan ketentuan yang dikeluarkan
oleh Kementrian Tenga Kerja No. 7 Tahun
1964 mengenai syarat-syarat kantor harus meliputi kesehatan, kenyamanan,
kebersihan serta penerangan pada tempat kerja. Dalam penataan kantor inilah
seorang manajer kantor sangat berperan dalam menyesuaikan peraturan dan
persyaratan yang berlaku sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh
perusahaan.
Sangat
tidak baik apabila seorang manajer menyerahkan penataan layout kantor
sepenuhnya kepada kontraktor, karena belum tentu sesuai dengan keadaan dan
kebutuhan para karyawan diperusahaan tersebut. Maka dengan begitu, tujuan dari
penataan layout kantor untuk meningkatkan produktifitas dan efektivitas kerja
karyawan tidaklah tercapai, bahkan akan menjadi pemborosan bagi perusahaan
tersebut.
Selain hal
itu, adapun persyaratan kantor yang lain yang bersifat umum dan khusus,
diantaranya adalah :
a.
Syarat Utama (Primer)
Syarat-syarat ini merupakan syarat utama
yang harus dimiliki oleh sebuah kantor, antara lain :
1.
Memiliki ruangan kerja.
2.
Memiliki alat komunikasi seperti
telephone, fax, internet.
3.
Memiliki perabotan kantor.
4.
Memiliki ATK.
5.
Memiliki ruangan tamu.
6.
Memiliki prasarana yang baik seperti
operasionaal books, SOP, aturan-aturan yang mengatur pekerjaan tata usaha,
prosedur, atau juklak.
b.
Syarat Pendukung (Sekunder)
Selain persyaratan utama, kantor juga
memiliki beberapa persyaratan pendukung untuk melaksanakan kegiatan dikantor,
antara lain:
1.
Memiliki
alat-alat kesehatan seperti P3K.
2.
Memiliki
penerangan yang baik dan cukup.
3.
Memiliki
ventilasi yang cukup
4.
Memiliki
suhu udara yang baik.
5.
Memiliki
keamanan yang tinggi, baik itu kontruksi bangunan maupun karyawan.
6.
Terjaganya
kebersihan.
7.
Adanya
toilet yang cukup.
8.
Memiliki
bacaan di tuangan tunggu.
9.
Mempunyai
struktur organisasi.
10.
Tersedianya
air minum dan washtafel atau tempat pencuci tangan.
Manfaat Penataan Layout yang Baik
Penataan layout
yang baik tentunya memiliki manfaat, baik itu manfaat bagi perusahaan itu
sendiri, bagi karyawan maupun bagi pihak lain. Manfaat-manfaat tersebut
diantaranya adalah :
1.
Menghemat tenaga dan waktu para karyawan.
2.
Menciptakan kelancaran kerja.
3.
Penggunaan lahan seefisien mungkin
sehingga dapat dipergunakan untuk kepentingan yang lain-lainnya.
4.
Meminimalisir terganggunya karyawan
di suatu bagian oleh karyawan bagian lain atau oleh publik yang sedang
mengunjungi bagian tertentu.
5.
Dalam pelaksanaan kerja, akan lebih
mudah untuk mengontrol alur kerja karyawan.
6.
Para pimpinan dapat lebih mudah
mengontrol para karyawannya.
Penentuan
Lokasi Kantor
Sebelum
menentuan penataan layout kantor, seorang manajer kantor sebaiknya harus
menentukan terlebih dahulu lokasi kantor yang akan digunakan. Dalam menentukan
lokasi kantor, seorang manajer harus menentukan faktor-faktor yang dibutuhkan
oleh perusahaan, dan alangkah lebih baiknya seorang manajer melibatkan
pihak-pihak yang paham akan hal penataan layout kantor seperti pimpinan,
supervisior, asosiasi dan lain-lain. Dalam penentuan lokasi kantor hendaknya
memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa faktor seperti corak gedung,
fasilitas, letaknya apakah strategis atau tidak, lingkungan, biaya,
flexibilitas ruangan, penerangan dan ventilasi, suhu, kebersihan, dan suara.
Secara singkatnya dapat ikatakan bahwa dalam penentuan lokasi perusahaan harus
mempertimbangkan 3 hal yang mencakup keuangan, operasional dan karyawan.
Setelah
menentukan lokasi kantor, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah
memilih lokasi-lokasi yang cocok untuk dijadikan kantor. Ada 2 metode dalam
pemilihan lokasi kantor tersebut, yaitu pemilihan berdasarkan metode bobot atau
nilai, dan pemilihan berdasarkan metode perbandingan biaya.
a.
Metode Bobot atau Nilai
Dalam metode ini, ada beberapa hal yang
harus diperhatikan, antara lain :
Ø Menentukan faktor-faktor penting.
Ø Penilaian oleh pihak yang menentukan terhadap faktor-faktor
yang telah dipilih. setiap faktor diberi rentang nilai, yang bobot nilai
akhirmya sebesar 100.
Ø Penentuan bobot nilai diambil dari nilai rata-rata setiap
faktor atau variable sesuai banyaknya orang yang menilai.
Ø Total skor masing-masing orang sebesar 100.
Ø Lakukan penilaian kembali terhadap gedung-gedung yang
dipilih tersebut.
Ø Bobot yang terbesarlah yang nantinya akan dipilih.
b.
Metode Biaya
Pada metode biaya ini, penilaian dititik
beratkan pada perkiraan biaya yang akan digunakan pada lokasi yang dipilih.
cara penilaian berdasarkan metode biaya dengan cara :
Ø Menghitung perkiraan biaya yang akan dikeluarkan oleh
perusahaan untuk calon lokasi-lokasi yang terpilih.
Ø Pembiayaan dikelompokkan atas 3 bentuk, yaitu Material
cost (direct, indirect), Labor cost (direct, indirect), Overhead cost.
Ø Lalu masukan perkiraan-perkiraan tersebut pada label yang
disediakan.
Ø Biaya terendahlah yang nantinya akan dipilih.
Jenis-Jenis
Kantor
Kantor
memiliki beberapa jenis yang dibagi berdasarkan aktivitas kantornya. Jenis
kantor dibagi menjadi 3, antara lain:
·
Kantor Pusat, yaitu kantor yang
aktivitas utamanya bersatu dalam satu gedung atau satu lokasi yang sama.
·
Kantor Cabang, yatu sebuah gedung
atau kantor yang jaraknha jauh dari aktivitas utama perusahaan tersebut.
·
Campuran, yaitu sebagian kantor yang
aktivitas utama perusahaannya bersatu, dan sebagian lagi terdapat di
pusat-pusat yang jauh dari aktivitas utama kantor dan juga berbeda lokasi.
Bentuk-bentuk
Layout Kantor
Ada
3 bentuk layout kantor, diantaranya layout terbuka, layout tertutup dan layout
landscape atau gabungan.
1.
Layout Terbuka
Layout terbuka adalah bentuk kantor dimana
tidak adanya penghalang atau pembatas antara tempat kerja karyawan dengan
karyawan yang lainnya, sehingga pada pelaksanaan kerja para karyawan dapat
saling berkomunikasi dengan mudah, saling mengawasi, bersosialisasi dan dapat
menggunakan peralatan atau perabotan kantor secara bersama sama.
Untuk layout kantor terbuka biasanya
dibutuhkan lahan atau bangunan yang luas dengan jumlah karyawan yang banyak.
Bentuk dari layout terbuka ini bisa berbentuk seperti kelas, atau saling
berhadap-hadapan di meja yang besar. Itu semua dapat diatur sedemikan rupa
selama tidak ada sekat yang memisahkan antara karyawan satu dengan yang lainnya. Berikut adalah beberapa contoh
dari layout terbuka :
Dari gambar diatas, dapat disimpulkan
bahwa layout kantor terbuka adalah bentuk layout dimana antar karyawan tidak
dipisahkan atau dihalangi oleh sekat-sekat, dan bentuknyapun dapat disesuaikan
dengan ruangan yang ada dan kebutuhan karyawan. Contoh kantor yang menggunakan
layout terbuka adalah Bank di bagian teller, customer service, kantor pos, dll.
2.
Layout Tertutup
Layout tertutup adalah bentuk kantor
dimana setiap karyawan memiliki ruangan-ruangan tersendiri yang dibatasi oleh
sekat-sekat atau tembok yang terdiri dari beberapa kamar-kamar yang tertutup.
Adanya penyekat atau bentuk kamar-kamar ini disebabkan oleh keadaan gedung yang
terdiri dari kamar-kamar atau bisa juga karena sifat suatu pekerjaan yang
memerlukan konsentrasi tinggi sehingga membutuhkan ruangan tersendiri. Seperti
ruangan untuk karyawan bidang keuangan, untuk arsitektur, Teknisi IT, Teknik
sipil, Teknik mesin, dan yang lain-lainnya. Bentuk layout yang berkamar-kamar
ini juga bertujuan agar setiap karyawan atau bagian memiliki privasinya
tersendiri sehingga karyawan atau pihak lain tidak dapat dengan mudah mengakses
kepentingan karyawan atau bagian tersebut.
Keuntungan dari layout kantor tertutup ini
yaitu menjaga privasi karyawan, bekerja tanpa terhambat gangguan, meningkatkan
kreatifitas karyawan, meminimalisir terjadinya gosip antar karyawan, bersaing
degan sehat, meningkatkan konsentrasi, mengurangi kebisingan, dan meningkatkan
produkifitas. Akan tetepi dalam penggunaan layout bentuk ini tak lepas dari
kekurangan, antara lain yaitu perlunya memiliki ruangan yang sangat luas karena
bentuknya yang berkamar-kamar sehingga akan memakan cukup ruang, karyawan sulit
diawasi, komunikasi antar karyawan akan berkurang, biaya yang dibutuhkan akan
lebih besar, kemungkinan karyawan berperilaku negative, tidak lancarnya arus
komunikasi, dan tingkat kemalasan meningkat.
Berikut adalah contoh dari bentuk layout
tertutup :
3.
Layout Lanscape
Layout kantor landscape adalah suatu
bentuk kantor yang didesaign hampir mirip dengan layout terbuka, hanya saja
pada layout landscape diberi sekat atau pembatas yang berukuran sekitar 1m
-1,5m antara karyawan satu dengan yang lainnya sehingga antar karyawan masih
bisa berkomunikasi dan bisa melihat karyawan lain tanpa terhalang sekat yang
berkamar-kamar. Layout kantor landscape ini dibuat untuk meminimalisir
kekurangan yang ada di layout kantor terbuka dan layout kantor tertutup,
sehingga layout kantor ini merupakan perpaduan dari kelebihan keduanya. Pada
layout landscape ini, penataan meja kantor disusun berdasarkan kelompok kerja
dan secara individual. Semua karyawan dikelompokan sesuai bagian-bagian dan
tugasnya. Kantor yang menggunakan layout landscape diantaranya call center,
ruangan dosen, dll.
Berikut adalah contoh dari bentuk layout
landscape :
Prinsip-Prinsip dalam Penataan
Layout Kantor
Dalam penataan layout kantor, ada beberapa prinsip atau
pedoman yang harus diperhatikan antara lain :
1.
Penataan layout kantor dirancang
agar pada pelaksanaannya seuatu pekerjaan menempuh alur atau jarak
sependek-pendeknya.
2.
Kegiatan kantor harus berjalan selancar
mungkin.
3.
Seluruh ruangan di kantor digunakan
seefektif dan seefisien mungkin untuk kepentigan pekerjaan.
4.
Ruangan kerja yang bersifat
flexible.
5.
Bagian yang sering dikunjungi tamu,
maka lokasinya harus ditempatkan didekat pintu utama atau ditempat yang mudah
dikunjungi agar tidak mengganggu kelangsungan kerja karyawan yang lainnya.
6.
Bagian atau orang-orang yang
memiliki kepentingan yang sama dan saling berhubungan, maka harus dikelompokan
menjadi sat atau saling berdekatan.
7.
Bagian ketatausahaan perusahaan
alangkah baikya ditempatkan ditengah-tengah agar dapat terjangkau oleh semua
bagian.
8.
Pekerjaan yang menghasilkan suara
yang berisik sebaiknya ditempatkan ditempat yang jauh dari bagian-bagian lain.
9.
Ruangan pimpinan sebaiknya
ditempatkan dekat dengan para bawahannya agar mempermudah dalam pengawasan.
10.
Perlu adanya lorong utama yang
digunakan sebagai jalan untuk lalu lintas di perusahaan tersebut yang memiliki
lebar minimal 1,2m, lorong tambahan yang lebarnya sekitar 0,9m, dan lebar antar
meja minimal 0,6-0,9m agar memiliki cukup ruang untuk kursi.
Penyusunan
Meja Kerja
Penyusunan
meja kerja sangatlah penting, tetapi penyusunan tu sendiri harus bergantung
pada bentuk layout apa yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Ada beberapa
bentuk meja kerja yang dapat disusun, diantaranya adalah :
-
Bentuk Kelas, dimana semua karyawan
duduk dimeja kantor yang penataannya mirip dengan meja-meja yang ada dikelas
dimana setiap karyawan membelakangi karyawan lainnya.
-
Bentuk L, dimana meja kerja para
karyawan disusun seperti huruf L.
-
Bentuk U, dimana meja kerja para
karyawan disusun seperti huruf U.
-
Selain bentuk-bentuk tersebut, meja
kerja juga dapat dirancang sekreatif mungkin dengan bentuk apapun, bisa saja
berbentuk huruf T, meja bundar, atau yang lainnya.
Penyusunan Meja Meeting
Selain penyusunan meja kerja,
adapula penyusunan meja meeting yang tak kalah pentingnya dengan penyusunan
meja kerja. Penyusunan meja meeting ini bertujuan agar terciptanya kenyamanan
bagi sesorang yang sedang melaksanakan meeting. Ada beberapa bentuk dari
penyusunan meja meeting, antara lain :
-
Bentuk U
-
Bentuk Bundar
-
Bentuk V
-
Bentuk Seperti Panggung Bioskop,
bentuk setengah bundar, bentuk kelas, dan bentuk perahu.
Penyebab Penataan
Ulang Layout Kantor
Setiap
perusahaan ada kalanya melakukan perubahan ulang pada layout kantornya. Ada
beberapa hal yang menjadi alasan untuk melakukan hal tersebut, diantaranya :
1.
Berkurang atau bertambahnya karyawan
di perusahaan yang bersangkutan.
2.
Adanya penambahan, penggantian, atau
pengurangan perabor=t dan perlengkapan kantor lainnya.
3.
Adanya perubahan fungsi baik
kualitas maupun kuantitasnya.
4.
Adanya perubahan pada proses kerja
suatu bagian di perusahaan.
5.
Bisa jadi dikarenakan layout yang
sedang digunakan sudah lama tidak diubah.
Peninjauan
ulang pada layout kantor ini perlu dilaksanakan. Peninjauan itu sendiri
dilakukan sekitar 2-3 tahun lamanya. Alangkah baiknya jika perubahan layout
kantor tidak sering dilakukan, karena hal tersebut cukup memakan waktu dan
biaya.
Faktor yang Mempengaruhi Kondisi Kantor
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kondisi kantor,
seperti cahaya, suhu, udara, warna, corak gedung, suara, hingga budaya yang ada
di kantor tersebut. Semua hal itu harus diperhatikan oleh pihak perusahaab demi
terciptanya kondisi kantor yang baik, aman, dan nyaman. Berikut adalah
penjelasan dari faktor-faktor tersebut :
a.
Cahaya
Pencahayaan yang cukup dan tepat di suatu
ruangan dapat membantu para karyawan dalam mengerjakan pekerjaannya,
pencahayaan yang baik dan tepat pul dapat mengurangi kelelahan mata para
karyawan dan memberikan efek nyaman bagi karyawan yang melakukan pekerjaannya.
Sumber cahaya terdapat dari dua sumber, yaitu sumber alami dan buatan.
Sumber cahaya alami didapatkan dari cahaya
matahari, sedangkan cahaya buatan didapatkan dari hasil buatan manusia, seperti
lilin, lampu, dll. Cahaya buatan memiliki 3 jenis, yaitu cahaya langsung,
cahaya tidak langsung, dan cahaya setengah tak langsung.
Ciri-ciri dari pencahayaan yang baik
diantaranya adalah intensitas cahaya yang cukup atau terang, cahaya yang
digunakan tidak menyilaukan mata para karyawan, kontrasnya tidak tajam,
pencahayaan merata ke seluruh ruangan tanpa ada bayangan atau berkedip-kedip,
dan tidak menimbulkan getaran atau cahaya yang bergelombang.
Penggunaan cahaya di setiap ruangan
berbeda-beda tergantung pada fungsi dari ruangan itu sendiri. Pencahayaan yang
digunakan untuk ruangan yang membutuhkan pengelihatan dan konsentrai yang
sederhana seperti loby, resespsionis, toilet, lorong, dan tangga dapat
menggunakan lampu sebesar 5-10 watt saja. Untuk ruangan yang membutuhkan
pengelihatan dan konsentrasi yang agak tajam seperti ruangan arsip, ruangan
meeting, ruang pustaka sebaiknya menggunakan lampu sebesar 40-50 watt. Untuk
ruangan yang membutuhkan pengelihatan dan konsentrasi yang lebih tajam seperti
ruangan tulis, ruangan baca, ruangan surat menyurat menggunakan lampu berukuran
50-70 watt. Dan untuk ruangan yang memiliki tingkat pengelihatan dan
konsentrasi yang sangat tajam serta tulisan atau huruf yang kecil seperti
ruangan gambar, ruangan keuangan, ruang perencanaan, alangkah baiknya jika
menggunakan lampu berukuran 100 watt.
b.
Warna
Warna sangat berpengaruh bagi emosional
seseorang. Setiap warna memiliki efek emosional yang berbeda-beda. Warna yang
tepat dapat memberikan rasa nyaman kepada para karyawan dan bisa juga
meningkatkan efektifitas dan produktifitas kerja karyawan. Warna ini dibagi
menjadi 3 kelompok dasar, yaitu :
· Merah, yang dapat memberikan kesan
panas, gejolak, semangat, dan gigih. Maka warna ini dapat digunakan untuk
membangkitkan semangat karyawan dalam bekerja.
· Kuning, dapat memberikan kesan
kehangatan seperti matahari, gembira, riang, dan dapat menghilangkan perasaan
tertekan pada karyawan. Penerapan warna ini sangat cocok untuk diterapkan di
ruangan yag tidak mendapatkan cahaya matahari dan diruangan yang karyawannya
melakukan pekerjaan dibawah tekanan sehingga menimbulkan kesan riang dan
gembira saat bekerja.
· Biru, adalah warna yang menimbulkan
kesan tenang, tentram, dan nyaman. Warna ini cocok untuk digunakan diruangan
yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi agar dapat menimbulkan kesan tenang,
mengurangi ketegangan otot, dan mengurangi stress. Akan tetapi, penggunaan
warna biru yang berlebihan dapat juga menimbulkan rasa tertekan bagi para
karyawan tersebut. Jadi sebaiknya gunakanlah warna biru secukupnya, atau bisa
di padukan dengan warna lainnya.
Pemantulan cahaya
yang dipantulkan oleh warna berbeda-beda. Warna yang persentase pemantulan
cahayanya paling tinggi yaitu warna putih sebesar 86%, dan persentase pemantuan
cahaya paling rendah yaitu warna hijau tua dengan persentas sebesar 10%.
Apabila penerapan warna pada ruangan kurang tepat, maka akan berdampak bagi
kesehatan para karyawan, bisa jadi kesehatan fisik, kesehatan mata ataupun
kesehatan mentalnya.
c.
Udara
Kondisi fisik para karyawan dapat
dipengaruhi oleh udara di sekitarnya karena udara merupakan faktor yang
mempengaruhi rasa nyaman para karyawan. Suhu udara yang baik bagi tubuh untuk
bekerja yaitu berkisar 20oC – 25oC. Apabila karyawan
kurang mendapatkan udara, maka hal tersebut akan memicu terjadinya stress pada
karyawan.
Udara tersebut dapat dikendalikan dengan
beberapa cara, diantaranya adalah:
- Pembuatan ventilasi udara yang cukup
sehingga sirkulasi udara dari ruangan ke luar ruangan dapat berjalan baik dan
lancar.
- Penggunaan kipas angina untuk
membantu kelancaran sirkulasi udara diruangan kerja.
- Pemasangan AC ataupun penghangat
ruangan.
- Pemakaian pakaian kerja yang tepat
juga dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan kerja karyawan. Pakailah
pakaian sesuai dengan suhu udara dilingkungan kerja.
d.
Suara
Suara adalah hal yang sangat berpengaruh
terhadap pendengaran para karyawan, telebih jika suara tersebut menimbulkan
kebisingan. Hal tersebut dapat mengganggu pendengaran dan mengganggu
konsentrasi para karyawan sehingga menimbulkan rasa kurang nyaman yang dapat
berpengaruh terhadap efektifitas dan produktifitas karyawan. Hal tersebut juga
dapat memicu perasaan stress pada karyawan.
Suara bising tersebut dapat dikendalikan
dengan beberapa cara, seperti :
Ø
Penggunaan design ruangan yang dapat
meredam suara, seperti penggunaan karpet, penggunaan lantai kayu, penggunaan
lapisan dinding dari bahan kayu atau melapisinya dengan kain dan busa-busa,
membuat langit-langit dari bahan kayu, dan lain-lain.
Ø Penempatan peralatan kantor yang
menimbulkan suara gaduh di tempat yang jauh dari bagian atau unit lainnya juga
ditempatkan ditempat yang telah memiliki peredam suara, sehingga tidak
mengganggu aktivitas para karyawan lainnya.
Ø Gunakanlah perabotan yang terbuat
dari bahan yang mampu meredam suara, seperti kayu, kain dan lain-lain.
e.
Budaya
Budaya adalah sebuah perilaku atau
kebiasaan yang turun temurun dan juga berkembang disuatu lingkungan tertentu
yang ada dalam lingkungan kerja, lingkungan bermain atau lingkungan keluarga.
Budaya dalam bekerja biasanya terbentuk oleh kebersamaan, namun dapat juga
berawal dari pimpinan yang didukung oleh bawahannya. Contoh dari budaya
misalnyam budaya ramah, tepat waktu, rapih dalam bekerja maupun berpakaian,
menjaga kebersihan, dan lain-lain.
Dalam lingkungan kerja, perlu adanya
penciptaan budaya yang baik, sehat, nyaman, ramah, dan demokrasi. Terciptanya
budaya tersebut dipengaruhi oleh elemen-elemen yang ada di perusahaan tersebut.
Budaya juga akan sangat berpengaruh kepada efektivitas dan produktifitas para
karyawan, karena jika budaya di perusahaan tersebut tidak baik maka akan
berdampak pada mental dan kenyamanan karyawan. Sehingga penciptaan budaya yang
baik harus dilaksanakan oleh seluruh elemen atau pihak-pihak yang ada di perusahaan
tersebut.
KESIMPULAN
Dari hasil
pembahasan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa efektivitas kerja
karyawan dapat dipengaruhi oleh salah satu faktor yaitu layout kantor yang
digunakan dalam perusahaan. Penataan
layout kantor yang baik dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap
efektivitas karyawan dalam bekerja. Tak hanya itu, layout kantor juga dapat
memberikan kesan positif dari pihak lain. Suasana kantor yang nyaman, tenang
dan menyenangkan dapat meningkatkan efektivitas kerja karyawan yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap
produktifitas kerja. Penerapan bentuk layout yang tepat harus
mempertimbangkan beberapa hal, seperti lokasi kantor, luas ruangan, cahaya, warna, suhu, suara dan
budaya yang ada di kantor. Selain itu, mempertimbangkan prinsip-prinsip
penataan layout juga merupakan hal yang penting yang harus dilakukan untuk
menciptakan layout kantor yang baik.
Oleh karena itu diharapkan setiap perusahaa menaruh
perhatian lebih terhadap penataan layout kantor demi kelangsungan perusahaan
dan demi terciptanya efektifitas dan produktifitas kerja karyawan. Semakin baik
perencanaan dan pelaksanaanya, maka efektivitas dan produktifitas karyawan pun
akan meningkat lebih baik. Tidak hanya itu, penataan layout yang baik
pun dapat memberikan kontribusi yang
baik untuk perusahaan, baik itu secara kuantitas, kualitas maupun waktu.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, W., & Yuniarsih, T. (2017). Dampak
Tata Ruang Kantor Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Dinas Pendidikan Kota
Bandung. JurnalPendidikan Manajemen Perkantoran, I, 1-8.
Ardhya, R. (2016). Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Kinerja Karyawan
PT. Tempo Group Cabang Surabaya 2 . 1-15.
Armiati. (2015). Meningkatkan Efektivitas Kerja Pegawai Melalui Penataan
Layout Kantor . 334-343.
Chaniago, H. (2013). Manajemen Kantor Kontemporer. Bandung : CV
Akbar Limas Perkasa.
Dawati, M. R. (2012). Pengaruh Tata Ruang Kantor dan Gaya Kepemimpinan
Terhadap Semangat Kerja Pegawai di Kantor Badan Kepegawain Daerah (BKD)
Kabupaten Sijunjung. 1-9.
Evianty, F. (2009). Manajemen Perkantoran. Bandung: PKN LPKI.
Ford, R. (1990). Manajemen Perkantotan Modern. Jakarta: Bina
Putra Aksara.
Gie, T. L. (2009). Administrasi Perkantoran Modern. Yogyakarta:
Liberty.
Laksmi, & dkk. (2008). Managemen Perkantoran Modern. Jakarta
: Penaku.
Moekijat. (2002). Manajemen Perkantoran. Bandung: Mandar Maju.
Moekijat. (2002). Tata Laksana Kantor. Bandung: Mandar Maju.
Rasto. (2015). Manajemen Perkantoran Paradigma Baru. Bandung :
Alfabeta.
Sedamaryanti, & dkk. (2014). Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap
Kinerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Sosial Kota Cimahi. Jurnal
Ilmu Administrasi, XI, 501-510.
Sedarmayanti. (2001). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja.
Bandung: CV Mandar Maju.
Sukoco, B. M. (2007). Manajemen Administrasi Perkantoran Modern.
Jakarta: Erlangga.
Suratno, A., & Yuana , M. (2014). Pengaruh Penataan Layout Kantor
Terhadap Efektivitas Kerja Karyawan Bagian Umum Dan Kepegawaian Pada Dinas
Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. 22, 74-82.
Comments
Post a Comment